5 Jenis Database Populer dan Kapan Harus Menggunakannya

database

Saat membangun situs web dan aplikasi, memilih database yang tepat sangat penting untuk kecepatan dan skalabilitas. Lima jenis basis data yang paling umum, beserta penjelasan kapan sebaiknya digunakan, adalah sebagai berikut.

1. MySQL

Bagi pengembang web yang menggunakan PHP, MySQL adalah database relasional sumber terbuka yang andal.

  • Cocok untuk: Aplikasi perusahaan kecil hingga menengah, sistem inventaris, situs web, sistem manajemen konten (WordPress, Joomla), dan sistem serupa.
  • Kelebihan: Gratis, andal, dan didukung komunitas yang besar.
  • Tidak direkomendasikan untuk: Kasus penggunaan yang membutuhkan skalabilitas horizontal yang masif.

2.PostgreSQL

Basis data relasional gratis dan sumber terbuka dengan kemampuan yang lebih unggul daripada MySQL, termasuk dukungan untuk data geografis, JSONB, dan pengindeksan tingkat lanjut.

  • Cocok untuk: Logistik, teknologi keuangan, analisis data, dan aplikasi yang rumit.
  • Keunggulannya antara lain lebih konsisten, mendukung data yang rumit, dan mematuhi ACID.
  • Saya rasa ini kurang cocok untuk aplikasi sederhana yang tidak membutuhkan banyak fitur.

3.MongoDB

Sebagai basis data NoSQL berbasis dokumen yang skalabel dan adaptif, MongoDB mirip dengan JSON.

  • MongoDB berfungsi baik dengan dasbor, aplikasi waktu nyata, aplikasi seluler, dan internet of things (IoT).
  • Keunggulan: Kerangka kerja yang adaptif, ideal untuk data yang tidak terorganisir.
  • Tidak cocok untuk sistem yang menuntut data yang sangat konsisten atau transaksi yang rumit.

4. Firebase Realtime Database/Firestore

Produk Google, ideal untuk aplikasi daring dan seluler yang membutuhkan sinkronisasi data konstan.

  • Cocok untuk: aplikasi obrolan, game daring, dan aplikasi seluler untuk Android dan iOS.
  • Beberapa keunggulannya antara lain hosting gratis, SDK lengkap, dan sinkronisasi waktu nyata.
  • Tidak cocok untuk: Proyek besar membutuhkan kendali penuh atas infrastruktur.

5. SQLite

Basis data kecil yang dapat berfungsi tanpa servernya sendiri. Semua informasi disimpan dalam satu berkas lokal.

  • Cocok untuk: Internet of Things, aplikasi seluler, dan aplikasi desktop.
  • Kelebihan: tidak memerlukan konfigurasi server, sederhana, dan cepat.
  • Aplikasi berskala besar maupun multi-pengguna tidak cocok untuk ini.

Saat memilih basis data, perhatikan hal-hal berikut:

  • Spesifikasi struktur data
  • Skala aplikasi
  • Kebutuhan transaksi dan konsistensi
  • Kemudahan pengaturan dan pemeliharaan

Mengelola data secara efisien dan aman sama pentingnya dengan menyimpannya dalam basis data.

Belum punya sistem database yang rapi dan terkelola? SMTech.id siap bantu Anda membangun dan mengelola database yang andal demi kemajuan bisnis Anda.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *