Dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI), teknologi deepfake dapat menghasilkan audio dan video yang tampak sangat palsu. Risiko cedera memang tinggi, tetapi ada juga potensi hiburan atau inovasi yang tinggi. Ayo, kita selami lebih dalam.
Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah gabungan dari “deep learning” dan “fake”—sebuah teknik yang menggunakan AI dan machine learning untuk memanipulasi wajah, suara, atau gerakan seseorang di video agar tampak seolah-olah nyata.Contohnya, video tokoh terkenal yang mengucapkan sesuatu yang tidak pernah ia katakan—dan video itu terlihat sangat meyakinkan
Bahaya dan Dampak Deepfake
- Menyebarkan Misinformasi
Politisi, pembangkang, dan lainnya dapat menggunakan deepfake untuk menyebarkan informasi palsu dan menimbulkan perpecahan di masyarakat. - Kejahatan Siber dan Penipuan
Untuk memanipulasi transaksi komersial, menjerat korban, atau bahkan melakukan pemerasan, pelaku kejahatan dapat menggunakan film deepfake. - Pelecehan Reputasi
Dengan memalsukan film skandal dan mendistribusikannya secara luas di media sosial, misalnya, deepfake dapat digunakan untuk mencoreng reputasi seseorang. - Melanggar Privasi dan Etika
Film porno palsu yang menampilkan orang terkenal atau tokoh publik hanyalah salah satu contoh konten ilegal yang sering dibuat dengan deepfake.
Bagaimana Cara Mengenali Deepfake?
Meskipun deepfake semakin canggih, masih terdapat beberapa masalah yang nyata:
- Kedipan mata yang tidak biasa atau ganjil
- Sinkronisasi bibir dan suara tertunda beberapa saat
- Ekspresi wajah yang kaku atau tidak sinkron
- Bayangan dan pencahayaan yang tidak selaras
Deepware Scanner dan fitur deteksi milik Microsoft sendiri adalah dua contoh teknologi kecerdasan buatan yang saat ini sedang dikembangkan untuk mendeteksi deepfake secara otomatis.
Solusi & Perlindungan
- Pendidikan di Era Digital: Tingkatkan literasi digital masyarakat agar mereka dapat mengevaluasi media dengan lebih objektif.
- Teknologi Deteksi: Detektor deepfake bertenaga AI harus digunakan.
- Pemerintah dan situs media sosial harus menerapkan peraturan yang ketat untuk memerangi penyebaran informasi palsu.
- Pertimbangan Etis dalam AI: Orang yang bekerja pada sistem AI harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari pekerjaan mereka.
Deepfake bermanfaat sekaligus berbahaya. Tanpa pengawasan yang tepat, teknologi ini berpotensi merusak kepercayaan publik dan membahayakan keamanan data.Bersikaplah skeptis terhadap apa pun yang Anda baca atau lihat daring. Saat ini, dengan AI, mudah untuk mengelabui penglihatan.
Baca juga : Etika Menggunakan AI di Era Informasi: Panduan untuk Pengguna Modern
