
Dalam pengembangan sistem informasi akademik (SIAKAD), langkah pertama yang sangat penting adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis ini memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan administrasi kampus. Tanpa analisis yang tepat, sistem dapat menjadi kurang efektif, sulit digunakan, atau tidak memenuhi tujuan akademik. Panduan ini akan membantu mahasiswa memahami proses Identifikasi Kebutuhan Sistem Informasi akademik secara lengkap.
Apa Itu Analisis Kebutuhan Sistem Informasi?
Analisis kebutuhan sistem informasi adalah proses mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengevaluasi kebutuhan pengguna dan organisasi agar sistem yang dikembangkan dapat berfungsi secara optimal. Dalam konteks SIAKAD, analisis ini mencakup kebutuhan mahasiswa, dosen, staf administrasi, serta pihak manajemen perguruan tinggi.
Langkah-Langkah Analisis Kebutuhan Sistem Informasi Akademik
1. Identifikasi Pemangku Kepentingan
Kenali siapa saja yang akan menggunakan sistem: mahasiswa, dosen, administrasi, dan pihak manajemen. Setiap pemangku kepentingan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.
2. Pengumpulan Data
Kumpulkan informasi melalui wawancara, kuesioner, observasi, atau studi dokumen. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan fitur dan modul SIAKAD.
3. Analisis Proses Akademik
Pelajari proses perkuliahan, pengisian KRS, penilaian, presensi, hingga pengelolaan keuangan. Identifikasi hambatan dan titik-titik yang bisa dioptimalkan melalui sistem.
4. Dokumentasi Kebutuhan
Tuliskan semua kebutuhan secara jelas, termasuk fungsional (apa yang harus dilakukan sistem) dan non-fungsional (keamanan, performa, aksesibilitas).
5. Validasi Kebutuhan
Pastikan kebutuhan yang terdokumentasi sudah sesuai dengan harapan pengguna. Lakukan review bersama pemangku kepentingan untuk menghindari kesalahan desain sistem.
Tips Mahasiswa dalam Analisis Kebutuhan
- Gunakan diagram alur atau flowchart untuk memvisualisasikan proses akademik.
- Prioritaskan kebutuhan yang paling krusial agar sistem lebih efektif.
- Libatkan pengguna akhir sejak awal agar feedback lebih akurat.
- Catat setiap masalah atau hambatan yang ditemui untuk dijadikan solusi sistem.
Kesimpulan
Identifikasi kebutuhan adalah fondasi penting dalam pengembangan sistem informasi akademik. Dengan memahami kebutuhan mahasiswa, dosen, dan administrasi, sistem dapat dirancang lebih efektif, efisien, dan user-friendly. Mahasiswa yang memahami proses ini akan lebih siap berpartisipasi dalam pengembangan SIAKAD serta memastikan sistem mendukung seluruh aktivitas akademik dengan optimal.
Baca juga: Teknologi Terbaru yang Mendukung Sistem Informasi Akademik Masa Kini
