
Jika beberapa tahun terakhir kita sudah kagum dengan AI generatif seperti ChatGPT, maka kini hadir evolusi berikutnya: Agentic AI. Menurut Forbes, teknologi ini termasuk salah satu tren terbesar tahun 2025.
Berbeda dengan AI tradisional yang hanya memberikan jawaban atau rekomendasi, Agentic AI memiliki kemampuan bertindak secara mandiri untuk menyelesaikan tugas kompleks. Inilah alasan mengapa banyak pakar menyebutnya sebagai “AI yang benar-benar cerdas”.
Apa Itu Agentic AI?
Agentic AI adalah kecerdasan buatan yang tidak sekadar menghasilkan output, melainkan mampu:
- Membuat rencana untuk mencapai tujuan.
- Mengambil keputusan secara adaptif berdasarkan konteks.
- Menjalankan aksi di dunia nyata atau digital tanpa campur tangan manusia.
Bayangkan AI bukan hanya menjawab pertanyaan Anda, tetapi juga mencari data, menghubungi sistem lain, melakukan transaksi, bahkan mengatur workflow untuk mencapai target tertentu.
Contoh Nyata Agentic AI:
- Bisnis → AI yang bisa otomatis menyusun laporan keuangan, lalu langsung mengirimkan rekomendasi investasi.
- Kesehatan → AI yang membantu dokter dengan diagnosis berbasis data pasien, sekaligus menyarankan langkah perawatan.
- Industri → Robot otonom yang tidak hanya merespons perintah, tapi bisa mengatur logistik pabrik sendiri.
Mengapa Agentic AI Penting?
Di era digital, perusahaan dan organisasi dituntut bergerak cepat. Agentic AI menawarkan keunggulan strategis, antara lain:
- Efisiensi Tinggi
Agentic AI bisa memangkas waktu dengan melakukan serangkaian tugas yang biasanya butuh banyak tenaga manusia. - Pengambilan Keputusan Lebih Cerdas
Dengan akses ke big data, AI ini dapat menilai opsi terbaik dalam hitungan detik. - Kemandirian Sistem
Perusahaan dapat memiliki sistem yang “berjalan sendiri” untuk tugas rutin—dari monitoring server hingga manajemen rantai pasok. - Transformasi Bisnis
Menurut Gartner, Agentic AI akan menjadi inti dari transformasi digital global. Bisnis yang cepat beradaptasi akan lebih unggul dari kompetitornya.
Tantangan dan Risiko
Namun, kemajuan besar ini juga menghadirkan tantangan:
- Etika & Kontrol → Bagaimana memastikan AI tidak bertindak di luar batas yang aman?
- Keamanan Data → Semakin otonom AI, semakin besar kebutuhan perlindungan data.
- Regulasi → Pemerintah harus menyiapkan aturan baru agar penggunaan Agentic AI tetap bertanggung jawab.
Bagaimana Menyikapinya?
Bagi bisnis maupun individu, memahami adalah langkah awal agar tidak tertinggal. Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Belajar dasar-dasar AI generatif sebelum melangkah ke Agentic AI.
- Eksperimen dengan tools terbaru yang menawarkan fitur AI otonom.
- Perkuat keamanan siber agar siap menghadapi integrasi AI mandiri.
- Ikuti perkembangan riset dan regulasi karena tren ini bergerak cepat.
Agentic AI bukan sekadar teknologi masa depan—ia sudah mulai diterapkan di berbagai industri hari ini.
Kesimpulan
Agentic AI adalah level berikutnya dari kecerdasan buatan: bukan hanya menjawab, tapi bertindak untuk mencapai tujuan. Dengan potensi efisiensi, kemandirian, dan dampak besar pada bisnis, teknologi ini layak dipelajari sejak sekarang.
Namun, adopsinya harus dibarengi dengan kesadaran etis, keamanan, dan regulasi yang tepat agar manfaatnya benar-benar maksimal.
Ingin melihat berbagai artikel menarik seputar sistem informasi dan perkembangan teknologi terbaru?
Kunjungi SMTech.id sekarang juga!
