Kesalahan Umum Mahasiswa saat Mendesain Sistem Informasi Akademik

kesalahan desain sistem

Mendesain sistem informasi akademik bukanlah tugas yang mudah. Banyak mahasiswa sering kali terjebak pada kesalahan yang seharusnya bisa dihindari jika memahami prinsip dasar analisis dan perancangan sistem. Artikel ini akan membahas berbagai kesalahan desain sistem yang sering terjadi saat mahasiswa mengerjakan tugas atau skripsi.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Tidak Melakukan Analisis Kebutuhan dengan Benar

Banyak mahasiswa langsung membuat desain sistem tanpa memahami kebutuhan pengguna. Akibatnya, sistem tidak sesuai dengan harapan dosen, mahasiswa, atau pihak administrasi kampus. Sering kali mereka hanya menebak kebutuhan, bukan berdasarkan data nyata.

2. Desain Database yang Buruk

Kesalahan umum lainnya adalah membuat tabel yang redundan atau tidak memiliki relasi jelas. Database yang tidak efisien bisa menghambat performa sistem. Misalnya, ada mahasiswa yang membuat satu tabel berisi semua data tanpa pemisahan logis, sehingga sulit untuk dikelola.

3. Mengabaikan Diagram UML

Diagram UML seperti use case, activity diagram, atau class diagram sering dianggap formalitas. Padahal, diagram ini penting untuk menjelaskan alur sistem dan mempermudah implementasi. Tanpa diagram, pengembangan sistem menjadi kurang terstruktur.

4. Fokus pada Tampilan, Mengabaikan Logika

Banyak mahasiswa lebih mementingkan desain antarmuka daripada logika sistem. Hasilnya, aplikasi terlihat bagus tetapi tidak berjalan sesuai kebutuhan akademik. Misalnya, menu absensi terlihat menarik, tetapi tidak dapat menyimpan data dengan benar.

5. Tidak Melakukan Uji Coba Sistem

Kesalahan yang sering diulang adalah tidak menguji sistem secara menyeluruh. Tanpa testing, bug akan muncul ketika sistem digunakan, sehingga menurunkan kualitas tugas akhir. Beberapa mahasiswa bahkan hanya menjalankan program sekali tanpa mencoba semua fitur, padahal pengujian adalah kunci keberhasilan implementasi.

Tips Menghindari Kesalahan Mendesain Sistem

  • Lakukan wawancara atau observasi untuk memahami kebutuhan pengguna.
  • Buat database dengan normalisasi agar lebih efisien.
  • Gunakan UML secara konsisten sebagai alat komunikasi desain.
  • Seimbangkan antara UI/UX dan logika sistem.
  • Selalu lakukan testing bertahap sebelum implementasi penuh.

Kesimpulan

Kesalahan umum mahasiswa dalam desain sistem informasi akademik bisa berdampak besar pada kualitas skripsi maupun tugas. Dengan memahami kesalahan ini sejak awal, mahasiswa dapat merancang sistem yang lebih baik, terstruktur, dan sesuai kebutuhan pengguna.

Baca juga: Membuat Laporan Skripsi tentang Sistem Informasi Akademik

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *