
Dalam era digital seperti sekarang, hampir semua brand mengandalkan website sebagai pusat informasi dan pintu utama untuk berinteraksi dengan pelanggan. Namun, tidak sedikit pemilik usaha yang tanpa sadar melakukan kesalahan website bisnis yang merusak citra brand mereka. Bahkan, beberapa kesalahan tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar karena memengaruhi kepercayaan, pengalaman pengguna, hingga keputusan pembelian. Oleh karena itu, memahami jenis kesalahan ini sangat penting agar bisnis dapat berjalan lebih profesional, lebih meyakinkan, dan tentu saja lebih kompetitif.
Website bukan lagi sekadar etalase online. Ia merupakan wajah digital bisnis yang berbicara banyak tentang kualitas layanan, profesionalisme, dan karakter brand secara keseluruhan. Karena itu, kesalahan yang muncul pada website bisa memberi kesan buruk kepada calon pelanggan. Dengan kata lain, website yang buruk dapat menurunkan reputasi tanpa disadari. Di sini kita akan membahas kesalahan paling umum, serta langkah konkret untuk menghindarinya agar website bisnis kamu tampil lebih meyakinkan.
1. Desain Buruk Menjadi Kesalahan Website Bisnis yang Paling Umum
Desain adalah hal pertama yang dilihat pengunjung. Bahkan sebelum mereka membaca teks atau mengeksplor menu, tampilan visual langsung menciptakan kesan pertama. Desain buruk menjadi salah satu kesalahan website bisnis yang paling sering menghancurkan kepercayaan pelanggan karena mereka langsung menilai profesionalitas dari tampilannya.
Beberapa tanda desain buruk antara lain:
- Tata letak berantakan
- Kombinasi warna membingungkan
- Font tidak konsisten
- Visual tidak relevan atau terlalu banyak
Selain itu, desain buruk juga bisa memperlambat waktu muat halaman. Ketika tampilan sudah tidak enak dilihat dan performa pun lambat, pengunjung biasanya langsung pergi. Akhirnya, bounce rate meningkat dan peluang konversi turun drastis.
Cara menghindari:
Gunakan desain bersih, modern, dan responsif. Selanjutnya, pastikan setiap elemen visual mendukung identitas brand. Hindari memasukkan elemen secara berlebihan dan prioritaskan pengalaman pengguna. Sebuah desain efektif selalu berorientasi pada kenyamanan, bukan sekadar estetika.
2. Navigasi Rumit Termasuk Kesalahan Website Bisnis yang Sering Terabaikan
Pengunjung selalu ingin menemukan informasi dengan cepat. Oleh karena itu, navigasi rumit termasuk kesalahan website bisnis yang dapat memicu frustrasi. Ketika menu sulit dipahami, banyak link tidak jelas, atau struktur halaman terlalu dalam, pengunjung kehilangan arah. Mereka akhirnya memilih meninggalkan website dan mencari kompetitor yang menawarkan kejelasan.
Navigasi yang buruk juga berpengaruh pada SEO. Mesin pencari lebih menyukai website yang memiliki struktur jelas dan mudah diikuti. Semakin rapi navigasi, semakin mudah Google menelusuri kontenmu. Ini berarti peluang muncul di peringkat lebih tinggi juga meningkat.
Cara menghindari:
Gunakan menu sederhana. Selanjutnya, kelompokkan halaman penting dalam kategori yang mudah dipahami. Sertakan pula fitur pencarian internal agar pengunjung dapat menemukan informasi lebih cepat. Dengan demikian, pengalaman pengguna meningkat dan citra bisnis terlihat lebih profesional.
3. Kecepatan Lambat Menjadi Kesalahan Website Bisnis yang Sangat Merugikan
Di era serba cepat, kecepatan website menentukan apakah pengunjung akan bertahan atau langsung pergi. Kecepatan lambat adalah kesalahan website bisnis yang merugikan karena pengguna biasanya tidak sabar menunggu halaman terbuka. Bahkan, penelitian menyebutkan bahwa pengunjung cenderung meninggalkan website yang membutuhkan waktu lebih dari tiga detik untuk dimuat.
Penyebab umum kecepatan lambat antara lain:
- Gambar berukuran besar
- Hosting tidak berkualitas
- Script terlalu banyak
- Tema website terlalu berat
Selain menurunkan pengalaman pengguna, website lambat juga berdampak buruk pada SEO. Google menganggap kecepatan sebagai faktor penting dalam penilaian kualitas. Jadi, website lambat otomatis berpotensi turun peringkat di hasil pencarian.
Cara menghindari:
Gunakan kompresi gambar, tema ringan, dan hosting berkualitas. Selain itu, optimalkan caching serta minify file CSS dan JavaScript. Setelah itu, gunakan alat seperti Google PageSpeed Insights untuk memantau perbaikan.
4. Konten Tidak Relevan Menjadi Kesalahan Website Bisnis yang Melemahkan Brand
Website yang baik tidak hanya tampak menarik, tetapi juga memberikan konten bermanfaat. Konten tidak relevan termasuk kesalahan website bisnis yang melemahkan brand karena pengunjung datang untuk mencari informasi, bukan membaca hal-hal yang tidak berkaitan. Ketika mereka tidak menemukan apa yang mereka butuhkan, tentu mereka tidak akan kembali.
Konten tidak relevan muncul dalam berbagai bentuk:
- Artikel blog yang tidak terkait dengan niche
- Penjelasan produk tidak jelas
- Informasi perusahaan tidak lengkap
- Copywriting salesy berlebihan tanpa nilai
Konten seperti itu dapat mengurangi kredibilitas bisnis. Selain itu, Google akan menilai bahwa website tidak punya otoritas yang kuat di bidangnya.
Cara menghindari:
Buat konten yang sesuai kebutuhan audiens. Selain itu, lakukan riset kata kunci agar setiap artikel memiliki peluang lebih besar muncul di pencarian. Perbaharui konten lama secara berkala agar tetap relevan dan berkualitas.
5. Tidak Responsif Menjadi Kesalahan Website Bisnis di Era Mobile
Saat ini, sebagian besar pengunjung mengakses website melalui smartphone, baik untuk mencari informasi, melihat produk, maupun melakukan transaksi. Karena perilaku pengguna sudah berubah, website yang tidak responsif otomatis menjadi salah satu kesalahan website bisnis yang sangat fatal. Tampilan yang tidak responsif biasanya terlihat berantakan di layar kecil. Teks menjadi terlalu kecil, gambar meluber ke luar layar, tombol sulit diklik, dan navigasi terasa tidak nyaman. Kondisi seperti ini membuat pengunjung frustrasi dan akhirnya meninggalkan website sebelum sempat melihat apa pun yang ditawarkan bisnis tersebut.
Selain memengaruhi pengalaman pengguna, responsivitas juga berhubungan langsung dengan performa SEO. Google menilai mobile-friendliness sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan ranking pencarian. Artinya, website yang tidak ramah mobile akan sulit muncul di halaman pertama meskipun kontennya bagus. Sayangnya, masih banyak pemilik bisnis yang hanya fokus pada tampilan desktop karena menganggapnya sebagai standar utama, padahal mayoritas traffic saat ini datang dari perangkat mobile.
Cara menghindari:
Gunakan desain responsif yang mampu menyesuaikan tampilan secara otomatis pada berbagai ukuran layar. Pastikan tipografi cukup besar dan nyaman dibaca, tombol memiliki jarak yang ideal agar mudah diklik, serta layout tidak saling bertumpukan ketika dilihat dari smartphone atau tablet. Selain itu, lakukan pengujian pada beberapa perangkat dan browser untuk memastikan semuanya berjalan mulus. Dengan cara ini, website tidak hanya terlihat profesional, tetapi juga memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengunjung.
6. Tidak Ada Call-to-Action Menjadi Kesalahan yang Mengurangi Konversi
Website yang tidak memiliki call-to-action (CTA) jelas sering kehilangan calon pelanggan. Ini menjadi kesalahan website bisnis yang menghambat proses konversi. Pengunjung mungkin tertarik dengan layananmu, tetapi tanpa arahan, mereka bingung harus melakukan apa selanjutnya.
CTA tidak harus selalu berupa tombol pembelian. Ia bisa berupa ajakan untuk mendaftar newsletter, menghubungi admin, melihat daftar harga, atau mengunduh katalog. Yang penting, CTA harus jelas, singkat, dan terlihat.
Cara menghindari:
Gunakan CTA pada setiap halaman penting. Tempatkan pada bagian yang mudah terlihat, seperti akhir artikel, header, atau bagian hero. Selanjutnya, gunakan kata kerja aktif seperti “Daftar Sekarang”, “Hubungi Kami”, atau “Lihat Paket”.
7. Informasi Kontak Tidak Jelas Menjadi Kesalahan Website Bisnis yang Mengurangi Kepercayaan
Banyak website bisnis gagal menyediakan informasi kontak yang mudah ditemukan. Padahal, kontak yang jelas merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan pengunjung. Ketika tidak ada nomor telepon, email, atau alamat yang terlihat, calon pelanggan mulai ragu. Mereka tidak tahu bagaimana cara menghubungi pemilik usaha jika muncul pertanyaan, kebutuhan bantuan, atau bahkan keluhan. Keraguan kecil seperti ini dapat membuat mereka memilih kompetitor yang menyediakan akses komunikasi lebih transparan.
Cara menghindari:
Sediakan halaman khusus yang memuat nomor telepon aktif, email profesional, alamat kantor, serta tautan cepat ke WhatsApp. Tambahkan juga form kontak sederhana yang dapat diisi kapan saja agar pengunjung bisa mengirim pesan secara langsung tanpa repot. Selain itu, tampilkan informasi kontak di bagian footer setiap halaman sehingga aksesnya selalu mudah dan tidak perlu membuka menu tambahan. Dengan langkah ini, pengalaman pengguna menjadi lebih baik dan kepercayaan terhadap bisnis meningkat.
Kesimpulan
Website yang profesional adalah aset bisnis yang sangat berharga. Namun, berbagai kesalahan website bisnis seperti desain buruk, navigasi rumit, kecepatan lambat, konten tidak relevan, responsivitas rendah, kurangnya CTA, hingga informasi kontak yang tidak jelas dapat merusak citra brand secara signifikan. Untungnya, semua kesalahan ini dapat dihindari dengan menerapkan praktik terbaik dalam desain, pengembangan, dan manajemen website.
Dengan memahami dan menghindari berbagai kesalahan tersebut, bisnis kamu dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperkuat identitas brand, serta meningkatkan konversi secara berkelanjutan. Akhirnya, website tidak hanya berfungsi sebagai etalase digital, tetapi juga menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan bisnis.
Ingin website bisnis yang cepat, modern, dan terpercaya? Kontak nomor ini dan mulai konsultasi dengan tim ahli SMTech hari ini!
