
Website berbasis WordPress menjadi pilihan utama banyak bisnis, UMKM, maupun personal brand karena kemudahannya dalam pengelolaan. Namun, memiliki website saja tidak cukup. Perawatan atau maintenance harus dilakukan secara rutin agar website tetap aman, cepat, dan optimal, serta memiliki performa yang mendukung pengalaman pengguna dan peringkat SEO.
Maintenance bukan hanya soal update plugin, tetapi mencakup backup, optimasi database, pengecekan keamanan, dan pemantauan performa secara menyeluruh. Berikut ini adalah 10 langkah-langkah penting maintenance WordPress yang wajib dilakukan secara rutin.
1. Backup Website Secara Berkala
Backup berfungsi sebagai cadangan apabila website mengalami kerusakan, terkena virus, atau error setelah update. Tanpa backup, Anda berisiko kehilangan seluruh data website.
Tips:
- Gunakan plugin seperti UpdraftPlus atau BlogVault.
- Simpan backup di lokasi eksternal seperti Google Drive atau Dropbox.
- Atur backup otomatis (harian/mingguan) sesuai frekuensi pembaruan website.
2. Update WordPress, Plugin, dan Tema
Update membawa perbaikan keamanan, kompatibilitas, dan fitur baru. WordPress, tema, dan plugin yang tidak diupdate rawan diretas.
Langkah:
- Cek pembaruan di Dashboard > Updates.
- Lakukan update satu per satu.
- Hindari plugin yang sudah tidak dikembangkan.
3. Hapus Plugin dan Tema yang Tidak Digunakan
Plugin atau tema yang tidak aktif tetap bisa menjadi celah keamanan jika tidak dihapus.
Rekomendasi:
- Hapus plugin yang tidak digunakan secara permanen.
- Gunakan tema minimal dan ringan seperti Astra atau GeneratePress.
4. Optimasi Database WordPress
Database WordPress bisa penuh oleh data tidak penting seperti revisi, komentar spam, dan cache lama.
Solusi:
- Gunakan plugin seperti WP-Optimize.
- Lakukan pembersihan berkala (mingguan atau bulanan).
- Batasi jumlah revisi melalui file
wp-config.php.
5. Tingkatkan Keamanan Website
Keamanan adalah prioritas utama dalam maintenance. Serangan brute-force dan malware bisa menyerang kapan saja.
Langkah-langkah:
- Gunakan plugin seperti Wordfence atau Sucuri Security.
- Aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication).
- Ganti password secara berkala.
- Nonaktifkan fitur edit file dari dasbor.
6. Cek dan Perbaiki Broken Link
Link rusak merusak pengalaman pengunjung dan menurunkan peringkat SEO.
Tools:
- Plugin Broken Link Checker
- Google Search Console untuk notifikasi error 404
Solusi: Redirect link atau hapus jika sudah tidak tersedia.
7. Optimasi Kecepatan Website
Website yang cepat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan meningkatkan skor SEO.
Cara mengoptimalkan:
- Gunakan plugin cache seperti WP Rocket atau LiteSpeed Cache.
- Kompres gambar dengan Smush atau ShortPixel.
- Aktifkan lazy load.
- Gunakan Content Delivery Network (CDN) seperti Cloudflare.
8. Periksa Tampilan Mobile dan Responsivitas
Lebih dari separuh pengguna mengakses website lewat perangkat seluler. Maka, tampilan harus optimal di semua perangkat.
Tools:
- Google Mobile-Friendly Test
- Pengujian via Chrome DevTools (mode responsif)
9. Pantau Uptime dan Downtime
Website yang sering down akan kehilangan pengunjung dan kredibilitas.
Gunakan layanan monitoring seperti:
- Uptime Robot
- Pingdom
- Jetpack Monitor
10. Audit SEO On-Page Secara Berkala
SEO harus diperiksa berkala agar tetap relevan dan kompetitif di hasil pencarian.
Langkah:
- Gunakan plugin Yoast SEO untuk tiap halaman.
- Perbaiki meta title, meta description, heading, dan slug URL.
- Perbarui konten lama dengan data atau referensi terbaru.
Penutup :
Maintenance WordPress bukanlah tugas satu kali, melainkan proses berkelanjutan yang harus dilakukan secara rutin. Website yang dirawat akan tetap aman dari serangan, cepat diakses pengguna, dan lebih disukai oleh mesin pencari seperti Google.
Dengan mengikuti 10 langkah di atas, Anda tidak hanya menjaga performa situs tetap optimal, tapi juga meningkatkan kredibilitas bisnis Anda secara keseluruhan. Jangan tunggu sampai error terjadi—jadwalkan maintenance mulai sekarang!
Baca juga : WordPress vs Website Kustom – Mana yang Tepat untuk Anda?
