
Perguruan tinggi kini semakin mengandalkan sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk mengelola data mahasiswa, jadwal, KRS, presensi, dan nilai. Dua model umum sistem akademik adalah cloud dan on-premise. Memahami perbedaan keduanya penting agar kampus dapat memilih platform yang sesuai kebutuhan, anggaran, dan kapasitas sumber daya IT.
Sistem Informasi Akademik Berbasis Cloud
Kelebihan
- Akses dari Mana Saja
Mahasiswa dan dosen bisa mengakses sistem melalui internet tanpa harus berada di kampus. - Skalabilitas Tinggi
Sistem dapat menyesuaikan jumlah pengguna dan kapasitas penyimpanan dengan mudah. - Pemeliharaan Minimal
Penyedia layanan cloud menangani update, backup, dan keamanan sistem. - Biaya Awal Lebih Rendah
Tidak perlu investasi besar untuk server atau infrastruktur fisik.
Kekurangan
- Bergantung pada koneksi internet stabil.
- Biaya langganan bulanan atau tahunan bisa meningkat seiring jumlah pengguna.
- Risiko data tersimpan di server pihak ketiga jika tidak ada enkripsi dan proteksi yang baik.
Sistem Informasi Akademik Berbasis On-Premise
Kelebihan
- Kontrol Penuh
Kampus memiliki kendali penuh atas server, data, dan konfigurasi sistem. - Keamanan Internal
Data tersimpan di server kampus, memudahkan pengawasan internal. - Tidak Bergantung Internet
Beberapa fungsi tetap bisa diakses tanpa koneksi internet.
Kekurangan
- Biaya awal tinggi untuk membeli server dan perangkat keras.
- Perlu tim IT internal untuk pemeliharaan, backup, dan update.
- Skalabilitas terbatas jika jumlah pengguna bertambah cepat.
Faktor Penting dalam Memilih Model SIAKAD
- Anggaran dan Biaya Operasional
Cloud cocok untuk kampus dengan dana terbatas dan ingin biaya awal rendah, sedangkan on-premise cocok jika ingin investasi jangka panjang. - Kapasitas IT dan Sumber Daya
Jika kampus memiliki tim IT handal, on-premise bisa lebih efektif; jika tidak, cloud lebih praktis. - Keamanan dan Privasi Data
Pastikan cloud provider memiliki sertifikasi keamanan (misalnya ISO 27001). On-premise memberikan kontrol lebih besar tetapi memerlukan proteksi internal yang kuat. - Kebutuhan Skalabilitas
Jika jumlah mahasiswa terus bertambah, cloud lebih fleksibel dalam menambah kapasitas server.
Kesimpulan
Memilih antara sistem informasi akademik berbasis cloud atau on-premise bergantung pada kebutuhan, anggaran, dan sumber daya kampus. Cloud menawarkan fleksibilitas, akses global, dan pemeliharaan minimal, sedangkan on-premise memberikan kontrol penuh dan keamanan internal yang lebih tinggi. Kampus harus mempertimbangkan faktor biaya, keamanan, skalabilitas, dan kapasitas IT sebelum memutuskan model yang paling sesuai.
Baca juga: Keamanan Data Mahasiswa dalam Sistem Informasi Akademik
