Sistem Informasi Akademik Berbasis Cloud vs On-Premise

sistem informasi akademik cloud

Perguruan tinggi kini semakin mengandalkan sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk mengelola data mahasiswa, jadwal, KRS, presensi, dan nilai. Dua model umum sistem akademik adalah cloud dan on-premise. Memahami perbedaan keduanya penting agar kampus dapat memilih platform yang sesuai kebutuhan, anggaran, dan kapasitas sumber daya IT.

Sistem Informasi Akademik Berbasis Cloud

Kelebihan

  1. Akses dari Mana Saja
    Mahasiswa dan dosen bisa mengakses sistem melalui internet tanpa harus berada di kampus.
  2. Skalabilitas Tinggi
    Sistem dapat menyesuaikan jumlah pengguna dan kapasitas penyimpanan dengan mudah.
  3. Pemeliharaan Minimal
    Penyedia layanan cloud menangani update, backup, dan keamanan sistem.
  4. Biaya Awal Lebih Rendah
    Tidak perlu investasi besar untuk server atau infrastruktur fisik.

Kekurangan

  • Bergantung pada koneksi internet stabil.
  • Biaya langganan bulanan atau tahunan bisa meningkat seiring jumlah pengguna.
  • Risiko data tersimpan di server pihak ketiga jika tidak ada enkripsi dan proteksi yang baik.

Sistem Informasi Akademik Berbasis On-Premise

Kelebihan

  1. Kontrol Penuh
    Kampus memiliki kendali penuh atas server, data, dan konfigurasi sistem.
  2. Keamanan Internal
    Data tersimpan di server kampus, memudahkan pengawasan internal.
  3. Tidak Bergantung Internet
    Beberapa fungsi tetap bisa diakses tanpa koneksi internet.

Kekurangan

  • Biaya awal tinggi untuk membeli server dan perangkat keras.
  • Perlu tim IT internal untuk pemeliharaan, backup, dan update.
  • Skalabilitas terbatas jika jumlah pengguna bertambah cepat.

Faktor Penting dalam Memilih Model SIAKAD

  1. Anggaran dan Biaya Operasional
    Cloud cocok untuk kampus dengan dana terbatas dan ingin biaya awal rendah, sedangkan on-premise cocok jika ingin investasi jangka panjang.
  2. Kapasitas IT dan Sumber Daya
    Jika kampus memiliki tim IT handal, on-premise bisa lebih efektif; jika tidak, cloud lebih praktis.
  3. Keamanan dan Privasi Data
    Pastikan cloud provider memiliki sertifikasi keamanan (misalnya ISO 27001). On-premise memberikan kontrol lebih besar tetapi memerlukan proteksi internal yang kuat.
  4. Kebutuhan Skalabilitas
    Jika jumlah mahasiswa terus bertambah, cloud lebih fleksibel dalam menambah kapasitas server.

Kesimpulan

Memilih antara sistem informasi akademik berbasis cloud atau on-premise bergantung pada kebutuhan, anggaran, dan sumber daya kampus. Cloud menawarkan fleksibilitas, akses global, dan pemeliharaan minimal, sedangkan on-premise memberikan kontrol penuh dan keamanan internal yang lebih tinggi. Kampus harus mempertimbangkan faktor biaya, keamanan, skalabilitas, dan kapasitas IT sebelum memutuskan model yang paling sesuai.

Baca juga: Keamanan Data Mahasiswa dalam Sistem Informasi Akademik

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *